Biografi

Anggun Cipta Sasmi atau dengan nama panggilan Anggun, perempuan kelahiran Jakarta, 29 April 1974 adalah sosok penyanyi dengan talenta yang sangat luar biasa. Selain kesabaran dan kerendahan hatinya, Anggun juga memiliki sense of music yang sangat tinggi. Anggun Cipta Sasmi berarti "keanggunan yang terlahir dari mimpi" dalam bahasa Bali.

Pada masa kanak-kanak, Anggun sudah memperlihatkan bakat menyanyinya. Saat Anggun berusia 5 tahun, ia berhasil membuktikan talentanya tersebut dengan penampilannya di atas panggung Ancol dan di usia 7 tahun, ia mengeluarkan sebuah album untuk anak-anak, bahkan ia sukses menyusun buku cerita yang juga ditujukan untuk anak-anak. Sebagai penyanyi cilik, Anggun sudah mahir menyanyikan lagu-lagu berbahasa asing seperti "The love of the women", "Oh darling" dan "Mother".

Ayahnya, Darto Singo (alm.) mendidik Anggun kecil dengan penuh kedisiplinan; Anggun dilatih teknik suara perut, suara dada, sampai suara otak. Latihan keras yang dijalani Anggun bahkan mengharuskan kemampuan menahan nafas dalam hitungan menit yang cukup lama, dengan bedak ditangannya sebagai alat pengukur. Namun Anggun menjalani dengan penuh semangat dan motivasi tinggi. Alhasil Anggun cilik menjadi penyanyi dengan kemampuan teknik vokal yang luar biasa. Hal ini membuat kagum musisi senior di jamannya, seperti Willy Soemantri. Selain itu juga Anggun cilik bahkan sudah menguasai 300 lagu berbahasa asing serta menciptakan lagu. Salah satu karya yang ditulisnya berjudul "Aneka Ria". Sungguh suatu kebanggaan luar biasa bagi keluarga, dan siapapun yang mengenalnya.

Kesuksesan Anggun dikancah musik tanah air, membuat Indonesia dan masyarakatnya bangga terhadap Anggun. Menengok sejarah bermusik Anggun, kita masih diingatkan pada beberapa albumnya seperti Dunia Aku Punya (1986), Tua-Tua Keladi (1990), Anak Putih Abu-Abu (1991), Noc Turno (1992), dan Anggun C. Sasmi, lah! (1993). Sederet album yang menjadi bukti terciptanya julukan "Lady Rocker" untuk Anggun.

Tidak hanya sampai disitu, mimpi besar Anggun adalah eksis dan menjadi penyanyi berkaliber internasional. Tanpa gembar-gembor dan tanpa press conference, Anggun mewujudkan mimpinya itu dengan mengambil keputusan besar; meninggalkan Indonesia yaitu pada tahun 1994. Adalah Erick Benzi, salah satu produser terkenal di Paris - Prancis yang juga berhasil mencetak Celine Dion, yang akhirnya bertemu Anggun. Dari situlah Anggun bergabung dengan label rekaman Sony Music Prancis. Album perdananya diliris dengan judul Au Nom de la Lune atau Snow On the Sahara pada tahun 1997.

Nama Anggun meroket seketika. Album ini laku keras di pasaran Eropa bahkan berhasil menembus pasar Amerika yang menjadi barometer musik dunia. Album debut ini terjual ribuan copy, tidak hanya di Prancis dan kawasan Asia, tapi juga di banyak negara Eropa; seperti Belgia, Italia, Switzerland, dan negara-negara lainnya.

Bukti kesuksesan ini terwujud dengan diraihnya penghargaan atas angka penjualan album Anggun, yakni Double Gold di Prancis, Double Platinum di Italia, Gold di Singapura, Gold di Switzerland, Platinum di Malaysia, dan Triple Platinum di Indonesia, juga sukses yang luar biasa di Amerika; album Anggun terjual sebanyak lebih dari 200.000 copy. Ini yang mencatatkan Anggun sebagai artis pendukung dalam tour bertaraf internasional, Lilith Fair yang melibatkan artis kenamaan lainnya seperti Sarah McLachlan dan Erykah Badu.

Tahun 1998, album internasional Anggun kedua lahir dengan judul Désirs Contraires atau Chrysalis (versi berbahasa Inggris untuk pasar internasional) dan lagi-lagi Anggun meraih sukses atas penghargaan Gold di Italia, Platinum di Prancis, Double Platinum di Indonesia, serta Multi Platinum di beberapa negara luar Asia. Bahkan single berjudul "Still reminds me" menduduki Top 5 dalam The Music & Media Europe Brokers Breakers Charts.

Di tahun yang sama, Anggun kembali mendapatkan penghargaan The Cosmopolitan Asia Women Award. Kemudian The Women Inspire Award sebagai penyanyi solo yang memberi inspirasi kepada seluruh wanita Asia atas karirnya sebagai penyanyi solo asal Asia yang sukses di dunia internasional. Selain itu, Anggun mendapatkan salah satu penghargaan French Music Award sebagai best breakthrough artist. Single "Snow on the Sahara" bahkan sempat menjadi hit nomor 1 di Spanyol, Italia, dan di beberapa negara di kawasan Asia Tenggara dan Asia Timur. Di Eropa, single ini bahkan berhasil menduduki Top 5 pada UK CLUB CHARTS. Sementara di Amerika, album Anggun ini termasuk ke dalam TOP 20 BILLBOARD HEAT SEEKERS CHARTS.

Selanjutnya>>